Inilah 5 Sikap Investor Kaya yang Patut Ditiru

Bijak – Pelemahan pertumbuhan ekonomi makro Indonesia, ancaman kenaikan harga bahan bakar minyak, persaingan dengan produk-produk impor, dan demonstrasi-demonstrasi buruh seringkali menjadi kabar buruk bagi banyak investor dalam negeri saat akan masuk dalam bursa modal. Para investor umumya mengambil sikap “wait and see” sebagai langkah wajib dibanding harus menanggung risiko yang melebihi perkiraan.

Tapi, apakah sikap “wait and see” harus selalu diambil jika kamu sebagai investor pemula tengah menghadapi ancaman risiko itu? Berikut 5 sikap investor-investor kaya yang bisa kita tiru seperti ditulis Morgan Housel di majalah Time:

1. Kalem
Para investor kaya meniru satu sikap yang dimiliki para sosiopat yaitu tidak terpengaruh oleh ketakutan orang lain. Penulis buku “Pengakuan seorang Sosiopat”, M.E. Thomas menyebut ketiadaan empati berarti seseorang tidak turut dalam kondisi panik orang lain.

2. Investor yang apolitis
Separah apapun sikap politik kita terhadap suatu kebijakan, bursa modal lebih mencerminkan jutaan sikap politik yang seringkali berbeda dengan sikap politik kita. Keputusan investasi yang muncul karena pengaruh pandangan politik justru akan menjatuhkan kita.

3. Tidak anggap serius peramalan
Sejarah mengajarkan banyak hal tentang ketidakmungkinan sekaligus serba-mungkin. Seakuran apapun peramalan, tetap saja itu bukanlah fakta. Bersikap rendah hati terhadap segala kemungkinan mencegah para investor kaya untuk meyakini ramalah terlalu serius.

4. Buat dirimu selalu sibuk
Ketidakpedulian terhadap kondisi investasi kita pada satu saat justru akan menghindarkan risiko investasi. Investasi dalam sudut pandang tertentu tidak berbeda dengan permainan menunggu. Saat kamu sibuk, pikiranmu tentang risiko akan teralihkan ke kegiatan produktif lain, kemudian kamu dapat mengambil keputusan pada saat pikiranmu tenang.

5. Terus berpikir secara terbuka
Sikap pembelajar seperti ini menjadi bekal fundamental para investor kaya karena mereka mengetahui lebih banyak informasi dibanding hanya meyakini apa yang mereka tahu.

Dari lima sikap itu, Morgan Housel menyimpulkan sikap optimis realistis sebagai sikap para investor kaya. Investor optimis realistis percaya dalam jangka panjang seluruh kebaikan berikut orang-orang baik akan menang dari hal-hal buruk seperti kejahatan, perang, kelaparan, kemiskinan, ketidak-adilan, penyakit, dan politikus. Investor kaya yang diilustrasikan sebagai sosok bernama Paul, menurut Housel, juga tidak khawatir tentang defisit neraca berjalan, inflasi tinggi, atau biaya jaring pengaman sosial.

sumber: ciputraentrepreneurship.com

Menjual dan Menyewakan Media Display

..