Attitude Sangat Penting Saat Mencari Pekerjaan

Attitude punya porsi besar dalam penilaian departemen sumber daya manusia (SDM) ketika menyeleksi karyawan. Meski kemampuan teknis penting, namun tanpa sikap yang baik perusahaan akan berpikir ulang untuk menerima calon karyawan.

“Kalau di Holcim, yang kami lihat attitude, karena lebih penting dibandingkan technical skill yang semua orang bisa,” ujar Rully Safari, HR Director PT Holcim Indonesia, Tbk, saat talkshow di Kompas Karier Fair (KKF) 2011, bertempat di Balai Kartini, Jakarta,.

Attitude yang dilihat SDM berdasarkan pengalaman Rully terbagi dalam tiga hal. Yang pertama adalah dinamis. Apakah Anda seorang yang dinamis, dan memancarkan semangat? Menurut Rully, hal ini bisa ditangkap dari sinar matanya. “Dari mata terlihat semangatnya untuk bekerja,” ujar Rully.

Faktor selanjutnya adalah persiapan. Jika Anda melamar pekerjaan, sebaiknya Anda mengumpulkan informasi tentang perusahaan tersebut sebanyak mungkin. Mengapa Anda ingin melamar di perusahaan ini, dan apa target Anda. Terakhir, perusahaan biasanya menanyakan besar gaji yang diinginkan.

Jika Anda tergolong lulusan baru, Rully menyarankan agar tidak meminta gaji tinggi. Sebaiknya lakukan riset dulu berapa kisaran gaji dengan posisi yang sama di perusahaan lain. Besaran gaji yang Anda minta sebaiknya masih di antara kisaran gaji di perusahaan lain. Hal ini juga berlaku bagi yang telah berpengalaman. Meskipun berpengalaman di perusahaan lain, belum tentu seseorang akan cocok bekerja di tempat baru. Oleh karena itu sebaiknya ikuti dahulu kisaran gaji yang ada di perusahaan.

“Kalau kerja Anda sudah terbukti bagus, Anda bisa mengajukan kenaikan gaji yang wajar,” jelas Rully.

Pada akhir wawancara, biasanya pelamar akan diberi kesempatan untuk menanyakan sesuatu kepada pewawancara. Sayangnya, banyak pelamar yang menyia-nyiakan kesempatan ini. “Dalam wawancara, kalau pewawancara bertanya apakah ada pertanyaan, sebaiknya bertanya saja. Gali informasi lebih banyak tentang perusahaan tersebut,” jelas Rully.

Rully menambahkan, dalam pekerjaan, hubungan antara karyawan dan perusahaaan harus terjadi dua arah. Oleh karena itu, saat wawancara, pencari kerja harus memulai hubungan dua arah tersebut dengan balik bertanya ketika dipersilakan.

Setelah pekerjaan diraih, jangan lupa untuk tetap menjaga attitude Anda. Menurut pengalaman Rully, biasanya pada kurun waktu sebulan sampai tiga bulan pertama, karyawan baru masih bersikap hormat, menjaga image, tapi setelah itu mulai seenaknya sendiri. Padahal, attitude tetap harus dipertahankan sebagai nilai jual Anda di perusahaan yang telah mempercayakan Anda sebuah pekerjaan.

Kutu loncat
Fenomena “kutu loncat” tidak disarankan oleh Rully, sebab kadang membuat attitude seseorang menjadi kurang baik. Kutu loncat adalah istilah yang diberikan Rully untuk karyawan yang bekerja hanya agar dirinya tidak menganggur. Ia tak benar-benar menginginkan bekerja di perusahaan tersebut. Kutu loncat ini biasanya berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain setiap tiga hingga enam bulan.

“Meskipun kutu loncat, Anda harus tetap menjaga attitude untuk menciptakan reputasi yang baik sampai mendapatkan pekerjaan yang anda inginkan,” tambah Rully. Reputasi penting untuk menjaga nama baik Anda di perusahaan manapun. Anda mungkin tidak menyadari bila perusahaan-perusahaan yang Anda singgahi tersebut masih merupakan satu grup.

Jika telah mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan, attitude penting untuk membuat orang lain nyaman bekerja bersama Anda, sehingga Anda bisa bekerja dengan jangka waktu yang lebih lama. Semangat juang yang Anda tunjukkan saat wawancara, sebaiknya tetap dipertahankan. Dengan demikian, ketika mulai jenuh dengan pekerjaan, Anda bisa menantang diri sendiri untuk terus melakukan inovasi dan terus menjadi orang yang kreatif.

sumber: kompas.com

Menjual dan Menyewakan Media Display

..