Inilah 8 Langkah Kalau Rapor Kerja Merah

Merasa sudah melakukan pekerjaan dengan baik, tapi justru di luar dugaan hasil review kerja tahunan justru menunjukkan sebaliknya. Daripada panik atau marah-marah, segera ambil langkah-langkah ini.

1. Atur pertemuan dengan atasan.
Hubungi atasan Anda dan mintalah waktu untuk bicara secara personal dengannya mengenai review kerja Anda. Sebelum bertemu dengannya, siapkan diri dengan mengumpulkan data sebanyak mungkin.

Anda bisa meluangkan waktu terlebih dahulu menganalisa kembali apa yang membuat penilaian kerja buruk. Bersikaplah objektif pada diri sendiri, poin-poin mana yang membuat Anda dinilai merah.

Jangan segan bertanya langsung pada pihak HR (Human Resources) mengenai tip merespons penilaian yang buruk, seperti bagaimana membicarakannya pada atasan, apa saja yang sebaiknya dilakukan. Anda juga perlu membandingkan hasil review kerja dengan hasil yang telah dicapai dalam setahun. Bila perlu tunjukkan setiap bukti hasil kerja Anda pada atasan. Dengan mempersiapkan segalanya akan membuat pertemuan dengan atasan menjadi fokus dan ada hasilnya.

2. Siapkan aksi.
Sebagai karyawan profesional mintalah waktu dan kesempatan untuk memikirkan kembali segalanya. Jelaskan pada atasan, Anda membutuhkan beberapa hari untuk membangun rencana baru untuk memaksimalkan kinerja. Jika Anda membuktikan diri kembali dalam waktu beberapa hari dengan sejumlah solusi dan rencana, percayalah atasan akan mendukung sepenuhnya.

3. Bicarakan setiap progres.
Minta waktu pada atasan untuk pertemuan berikutnya. Lanjutkan diskusi sampai masalah dalam pekerjaan Anda berhasil diselesaikan. Jika perlu mintalah review pekerjaan tengah tahun secara formal, yaitu penilaian enam bulanan yang akan masuk dalam file personal Anda. Tanyakan pada pihak HR perusahaan, apakah hak ini memungkinkan atau tidak.

4. Ajukan pertanyaan untuk memperjelas.
Kita memang tak bisa mengubah pendapat atasan kecuali kita mengerti dengan pasti apa yang membuatnya merasa tidak puas dengan hasil kerja kita. Karena itu, jangan ragu untuk meminta penjelasan sedetil mungkin mengenai review kerja Anda.

Gunakan bahasa yang baik dan positif saat bertanya, misalnya “Di mana ya letak kesalahan saya, mungkin bapak atau ibu bisa membantu saya secara detil? Apa yang harus saya lakukan untuk mencegah hal seperti ini selanjutnya?” Hindari pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan, karena biar bagaimana pun dia adalah atasan Anda yang memiliki otoritas tinggi untuk menilai Anda.

5. Terima perbedaan pendapat.
Anda tak perlu menerima setiap kritik yang ditujukan atasan, apalagi jika Anda merasa tak pantas mendapatkannya. Namun Anda tetap harus mengungkapkan pendapat Anda dengan tenang dan bijaksana, dan sesuai fakta.

Misalnya, “Ada beberapa hal dari sudut pandang berbeda yang saya miliki, dan inilah yang sebenarnya terjadi.” Dengan melakukannya, Anda akan mendapatkan kendali untuk mengarahkan pembicaraan kembali ke poin-poin yang dimiliki. Ini lebih terlihat bijaksana dibanding menyerang evaluasi atasan atas kualitas Anda. Kemarahan dan emosi hanya akan semakin membuat pandangan negatif atasan terhadap Anda.

6. Pahami alasannnya.
Meskipun Anda tidak setuju dan tidak bisa menerima alasannya, Anda tetap harus mengerti apa yang membuat penilaian kerja Anda negatif. Dengan mengerti sudut pandang atasan, setidaknya Anda punya kesempatan untuk tahu cara kerja bagaimana yang sesuai dengan persepsi atasan. Hal ini tentunya akan berdampak pada review kerja Anda selanjutnya.

7. Minta tanggapan positif.
Sebagian atasan merasa lebih baik memberikan kritik ketimbang menunjukkan apresiasinya kepada karyawan. Nah, jika atasan Anda termasuk seperti ini, tak perlu segan memintanya dengan sopan untuk memberikan positive feedback. Tanyakan pada atasan, hal positif apa yang telah Anda lakukan untuk pekerjaan selama setahun. Hal ini akan kembali membangkitkan semangat Anda.

8. Realistis.
Jika penilaian kerja tak sesuai dan segala usaha Anda tak menunjukkan efek baik, bisa jadi inilah saatnya Anda mempertimbangkan untuk melepas pekerjaan ini. Memutuskan untuk pindah atau mengambil kesempatan lain memang bisa menjadi jalan keluar.

Namun perlu diingat, jangan memutuskan untuk pindah atauu menetap hanya karena merasa takut. Anda membutuhkan semangat dan percaya diri yang tinggi untuk pindah ke tempat kerja baru. Jika takut, Anda tak akan mampu membuat keputusan terbaik di mana pun Anda bekerja.

(Bestari Kumala Dewi), kompas.com

Menjual dan Menyewakan Media Display

..