Tips Berhitung Tentang Masa Depan Keuangan Anda

Anggapan bahwa laki-laki merupakan kepala rumah tangga harus diakui masih mengakar dan membudaya. Namun, perempuan berada di baliknya, yang memiliki kuasa menggerakkan kepala.

Perempuan punya andil besar mengambil keputusan dalam berbagai hal, mulai dari memilih tempat tinggal hingga keputusan finansial. Karena itu, penting bagi perempuan untuk teredukasi dengan baik dan memahami setiap keputusan yang diambilnya. Pasalnya, setiap keputusan kecil yang Anda ambil, punya dampak masa depan. Konsekuensi atas setiap keputusan yang diambil, bukan sekadar harus dihadapi dengan bijak, tetapi juga bisa dipersiapkan dengan baik.

“Banyak orang punya keinginan, seperti memiliki rumah, liburan, memberangkatkan orangtua pergi haji, dan lainnya. Namun, mereka tak mengetahui berapa nilainya dan kebutuhannya,” kata Fibriyani Elastria, Vice President Corporate Branding, Marketing & Communication PT Asuransi Jiwa Sequislife, dalam talkshow “Superwoman Rocks!!!” di Largo Cafe, Kemang, Jakarta.

Menabung menjadi pilihan paling awam dalam mempersiapkan keuangan untuk mencapai keinginan. Namun, menabung saja takkan cukup. “Ada faktor inflasi dan bunga yang harus diperhitungkan. Dengan inflasi rata-rata 6 persen, bunga 4 persen, nilai tabungan akan terus berkurang,” jelas perempuan yang akrab disapa Fibri ini.

Keputusan kecil berdampak besar
Apa yang akan Anda lakukan dengan dana likuid Rp 300.000 per bulan? Tentu, setiap perempuan punya pilihan, untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Anda berhak menggunakan atau membelanjakan uang dari pernghasilan Anda sendiri.

Anda boleh bermanja di spa, minum kopi bareng sahabat untuk mengusir lelah dan penat dari rutinitas pekerjaan, apa pun gaya hidup yang memberikan kenikmatan tersendiri bagi Anda. Namun, apakah Anda menyadari sepenuhnya konsekuensinya? Memahami dampak dari setiap keputusan kecil yang diambil setiap harinya, dari uang Anda?

“Perempuan harus menikmati hidup karena banyak tekanan yang dihadapinya, dengan menjalani banyak peran, sebagai istri, ibu, juga profesional. Tapi, perempuan juga harus teredukasi dalam membuat keputusan dan tahu betul dampak dari setiap keputusan yang diambilnya jika ingin menjadi superwoman yang sebenarnya,” kata Fibri.

Perempuan harus memiliki pengetahuan dan fakta sebelum membuat keputusan, sekecil apa pun, apalagi menyangkut finansial. Keputusan finansial, termasuk saat merencanakan keuangan jangka panjang untuk kebaikan di masa depan, dapat diperhitungkan saat ini, jelas Fibri.

“Dengan begitu, rencana keuangan lebih realistis, dan perempuan lebih mudah menentukan prioritas,” lanjutnya.

Contohnya, jika saat ini usia Anda 25 tahun, dan menyisihkan uang Rp 300.000 per bulan untuk investasi, Anda dapat mempersiapkan keuangan senilai Rp 5,4 miliar pada usia 55 tahun, saat Anda tak lagi produktif atau memasuki masa pensiun. Nilai ini didapatkan dengan memperhitungkan tingkat suku bunga sekitar 19 persen per tahun, dengan masa waktu investasi 10 tahun.

“Ini bisa terjadi pada siapa saja, tapi banyak orang yang tidak tahu dampak besar menyisihkan Rp 300.000 per bulan,” kata Fibri. Ia menambahkan, perhitungan seperti ini dapat dilakukan siapa saja dengan menggunakan financial calculator yang tersedia di www.sequislife.com.

Uang Rp 5,4 miliar bisa bertambah atau bahkan berkurang, tergantung di usia berapa Anda mulai melek berinvestasi. Waktu dan mindset merupakan faktor penting terkait investasi, kata Fibri.

Jika Anda mulai memutuskan berinvestasi jangka panjang sedini mungkin, dampaknya dapat Anda nikmati di masa depan. Pada 5-20 tahun ke depan, Anda menjadi orangtua mandiri, tak menggantungkan hidup pada anak atau orang lain.

Bukankah membahagiakan, rasanya, jika Anda menjadi orangtua yang membebaskan anak dari tanggung jawab membiayai hidup orangtuanya? Bukankah menyenangkan rasanya jika Anda turut meringankan kehidupan anak-anak Anda di masa mendatang? Meski anak Anda mampu membiayai hidup orangtua, tetapi bukankah mereka juga memiliki tanggung jawab besar atas hidup dan keluarganya?

Belum terlambat jika Anda mulai berinvestasi saat ini, ketika usia tak lagi muda. Meskipun, memang, semakin bertambah usia, akan berbeda nilai yang didapatkan, meskipun Anda menggandakan dana investasi dari Rp 300.000 menjadi Rp 600.000 misalnya.

Sebagai contoh, jika Anda berinvestasi di usia 30 tahun, dengan dana Rp 600.000, rencana pensiun usia 55, dengan tingkat suku bunga 19 persen per tahun, nilai investasi Anda dalam 25 tahun adalah Rp 4,2 miliar, lebih rendah jika dibandingkan dengan investasi yang dimulai sejak dini (usia 25 tahun dengan jangka waktu investasi 30 tahun).

“Uang Rp 300.000 per bulan, sama dengan dua kali minum kopi di kafe senilai Rp 75.000 per minggu,” kata Fibri, membandingkan dampak dari keputusan kecil yang Anda ambil dalam kehidupan sehari-hari.

sumber: kompas.com

Menjual dan Menyewakan Media Display

..