Bersaing Dengan Kompetitor

Alkisah, di sebuah toko yang menjual buku, alat-alat tulis, kaset, dan lain-lain, di sebuah kota kecil. Datanglah seorang pengunjung, ibu berusia paruh baya dengan membawa catatan di tangannya. Karyawan toko tersebut dengan ramah menyapa, “Selamat siang ibu, ada yang bisa saya bantu?”

Sambil menyodorkan kertas di tangannya, si ibu berkata, “Ini daftar barang-barang yang hendak saya beli, tolong carikan ya. Atau di mana letak barang dan buku yang saya perlukan? Biar saya bantu mencarinya,” kata si ibu sambil berjalan menuju ke sebuah rak peralatan. Segera saja mereka mulai mencari barang-barang yang dibutuhkan.

Karena barang-barang yang dicari harus lengkap sesuai catatan, si ibu berada cukup lama di sana. Kebetulan saat itu si pemilik juga berada di tokonya. Karena pengunjung sedang sepi, sambil bercakap-cakap dengan si ibu, dia pun membantu mencarikan barang-barang yang diperlukan si ibu dengan senang hati.

“Maaf Bu, koleksi kami sedang tidak lengkap sehingga Ibu tidak bisa mendapatkannya sekaligus di sini. Jika berkenan, Ibu bisa mencari ditoko X yang terletak di ujung jalan ini. Mudah-mudahan di sana masih ada persediaan barangnya. Jika di sana pun tidak ada, beritahu saja kepada kami, kami akan bantu memesankannya untuk ibu.”

Setelah selesai menghitung dan membayar, si ibu yang sangat terkesan dengan keramahan pelayanan di toko itu berkata, “Terima kasih atas pelayanannya. Saya ada sedikit pertanyaan, apakah bapak tidak khawatir langganan akan berkurang karena berpindah, dengan memperkenalkan toko lain yang menjual barang serupa dengan yang dijual di sini?”

“Tidak Bu, saya tidak pernah mengkhawatirkan hal semacam itu. Bagi saya,bisa melayani dan memuaskan kebutuhan pelanggan adalah yang utama.Masalah rezeki, jika itu memang menjadi jatah saya, dia tidak akan kemana-mana. Saya percaya, jika ibu merasa nyaman dengan pelayanan kami, suatu hari jika ibu membutuhkan barang-barang yang seperti kami jual, ibu pasti akan berkunjung kemari lagi. Terima kasih ya Bu, atas kedatangannya. Saya tunggu kapan-kapan Ibu mampir ke sini lagi,” jawab si pemilik toko sambil mengantarkan si ibu keluar dari tokonya.

Profecers yang Bijaksana!

Di era yang katanya “sangat kompetitif”seperti sekarang ini, persaingan seringkali dilakukan dengan tidak sehat, bahkan sampai memberikan informasi yang menyesatkan agar produk kita diminati pelanggan dan membuat pesaing kita mati.

Bersaing secara sehat adalah “bersanding dengan pesaing”; bukan untuk mematikan tetapi tempat berkaca untuk perbaikan diri. Sejatinya, bersaing itu bukan dengan kompetitor, tetapi dengan standar kita sendiri. Dimulai dengan keadaan yang ada sekarang ini; mari selalu berbenah dan memperbaiki diri agar lebih baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari.

Salam sukses luar biasa!!

Penulis : Andrie Wongso

sumber: kerjaan.web.id

Menjual dan Menyewakan Media Display

..