Miliarder dengan Kekayaan Rp37,5 Triliun Awalnya Adalah Gelandangan

Bijak – Saat usianya 20 tahunan, John Paul Dejoria menjadi single parent yang tidak memiliki rumah. Dia bahkan rela menjadi pembuang botol bekas di convenience demi mendapat upah agar dia dan anaknya yang berusia tiga tahun bisa bertahan.

Sebelum dia memiliki kekayaan sebesar USD2,9 miliar setara Rp37,5 triliun (kurs Rp12.940), dia pernah menjadi bandit jalanan, tinggal di mobil, dipecat beberapa kali dari tempatnya bekerja, bekerja sebagai petugas kebersihan dan salesman untuk tetap hidup, dan menghadapi kemungkinan kehilangan segalanya dalam sebuah bisnis yang tampak siap untuk gagal.

Paul hidup di mobil tuanya, dan dia belajar bagaimana untuk hidup dari hanya beberapa dolar per hari. Hal tersebut mengajarkan dia bagaimana untuk bertahan hidup. Bahkan, untuk mandi pun dia menumpang mandi di tepi kolam renang di Griffith Park.

Setiap pukul sembilan pagi, John pergi ke Freeway Cafe di LA, membelanjakan uang sebesar 99 sen untuk satu butir telur, satu potong roti panggang, satu gelas jus jeruk atau kopi, serta satu bagian dari daging atau sosis.

Sore harinya, sekitar pukul 4.30 – 5.30, dia akan membelanjakan 99 sen miliknya di sebuah restoran Meksiko yang disebut El Torito. Dengan uang minim tersebut, dia akan mendapatkan margarita dan sejumlah makanan lain, seperti tacos atau chicken wings.

Di sana, dia mencurahkan kesusahan hidupnya kepada seorang gadis yang bekerja di restoran tersebut dan beberapa karyawan lainnya. Mereka memberikan makanan dari restoran tersebut sebagai rasa belas kasihan terhadap John.

“Setelah saya menghasilkan banyak uanng, saya kembali ke toko tersebut dan memberikan mereka tips yang cukup lumayan,” ucap dia dilansir dari Business Insider.

Dia juga mengungkapkan, setelah beberapa minggu menjadi tunawisma, seorang aktris bernama Joanna Pettet menghampiri mobil John. Pada awalnya, aktris tersebut tidak percaya, namun akhirnya aktris tersebut menawarkan untuk tinggal di sebuah kamar yang tidak digunakan di rumahnya selama beberapa bulan, hingga John mampu menstabilkan kondisi keuangannya.

Tapi kini, pria yang sekarang berusia 71 tahun ini menjadi miliarder dengan minuman tequila yang dijualnya, Patron, dan produk untuk rambutnya, John Paul Mitchell Systems.

Dia bercerita, setelah dipecat untuk ketiga kalinya, dirinya mendirikan perusahaan konsultan pada 1978. Dia menjalankan perusahaan tersebut selama beberapa tahun.

“Ini tidak mudah, tapi paling tidak ini masih usaha saya sendiri. Lalu, saya sadar harus menemukan usaha lain. Saya ingin menjadi pemilik dari sebuah bisnis yang menjual produk secara fisik. Itu adalah saat saya memulai John Paul Mitchell System bersama sahabat saya (Paul Mitchell) yang merupakan seorang penata rambut hebat,” tutur dia.

John mengaku terpesona dengan bisnis perawatan rambut karena industri ini membutuhkan peran seorang profesional. Dia bertemu dengan seorang penata rambut bernama Paul Mitchell, yang sekarang ini sudah meninggal dunia, pada tahun 1972 di Hotel Fountain Blue, Florida saat pameran kecantikan. Pada saat itu, Paul belum pernah menggeluti bisnis pemasaran ini, begitupun dengan John tidak pernah terjun langsung menjadi penata rambut. Hal tersebut membuat mereka menjadi rekan yang cocok.

Kemudian, pada tahun 1980, dengan bermodalkan pinjaman sebesar USD700 atau sekira Rp9 juta (jika mengacu pada kurs Rp12.910 per USD), mereka memulai bisnis produk shampoo untuk rambut tersebut.

Berawal kecintaannya terhadap minuman berasal dari Meksiko bernama margarita (sejenis cocktail), maka sembilan tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1989, John Paul DeJoria membeli penyulingan di Meksiko bersama Martin Crowley.

Dia lalu memproduksi tequila, dengan merek Patron. Dia menjual produknya dengan harga USD37,95 per botol. Padahal, harga rata-rata tequila saat itu hanya USD4-5 per botol.

Dia meyakinkan bahwa tanaman agave yang dibutuhkan untuk memroses tequila berasal dari kualitas yang sangat bagus, sehingga mereka merasa pantas mematok harga USD37,95 per botol.

Tak berhenti sampai bisnis minuman, pada Juli 2014, dia meluncurkan ROK Mobile, satu-satunya operator mobile yang menawarkan musik tak terbatas dalam satu paket. Layaknya Beats dan Spotify, ROK Mobile memungkinkan Anda membuat playlist dan menciptakan stasiun radio sendiri. Aplikasi ini tidak terbatas hanya pada smartphone dan dapat digunakan pada desktop, tablet dan TV.

Dia menginginkan layanan atau produk yang bagus tersebut diterima banyak orang. Sehingga dia akan memberitahu teman-teman mereka tentang hal itu, atau paling tidak akan memesan kembali itu.

Perjalanan hidup tidak mudah dijalani John. Dia pun membeberkan sejumlah prinsip hidupnya yang membawanya ke kesuksesan seperti sekarang ini.

  1. Anda harus ingat di mana Anda berasal sebelumnya
  2. Anda jangan melupakan orang yang sudah membantu Anda
  3. Saya memberitahu banyak pebisnis muda dan mereka yang sudah sukses, apa yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi penolakan dan antusiasme pantang menyerah. Ini akan membuat Anda akhirnya ke jenjang kesuksesan
  4. Setiap kali seseorang melakukan pekerjaan yang baik, pujilah mereka dengan lantang di depan orang sebanyak mungkin
  5. Setiap kali Anda harus menegur seseorang, lakukan dengan empat mata di belakang pintu tertutup sehingga tidak ada yang mendengar kalian. Jelaskan kepada mereka apa yang mereka lakukan itu salah dan memberikan solusi agar mereka melakukannya dengan benar. Kemudian memberitahu mereka sesuatu yang mereka lakukan tepat sehingga mereka meninggalkan dengan perasaan serta kesan yang baik. (as/okezone)

Menjual dan Menyewakan Media Display

..