Inilah 4 Cara Efektif Mengatakan “Tidak”

Anda pasti sering mengalami susahnya bilang “tidak”. Penyebabnya macam-macam, dari khawatir menyinggung perasaan orang lain, merasa terikat dengan keharusan untuk melakukan sesuatu, atau karena Anda memang kalah tegas dibandingkan lawan bicara Anda. Apapun penyebabnya, ketika Anda tidak sanggup menolak sesuatu, Anda lah yang akan menderita karenanya.

Sebaliknya, dengan menegaskan sikap Anda dengan cara yang lebih percaya diri, “Anda bisa lebih selektif terhadap apa yang Anda pilih tanpa merusak hubungan pertemanan -inilah yang paling ditakutkan orang yang cenderung ingin menyenangkan orang lain, kan?” papar William Ury, PhD, penulis buku The Power of a Positive No.

Agar kata “tidak” dari Anda lebih mudah diterima orang lain tanpa membuat Anda merasa bersalah, lakukan lima hal berikut ini.

Temukan apa yang ingin Anda terima
Sebelum Anda memikirkan cara yang baik untuk menolak, temukan apa yang ingin Anda terima dalam hidup Anda. Jika yang Anda inginkan adalah lebih banyak waktu bersama keluarga, artinya Anda harus menolak saran dari rekan kerja untuk lembur mengerjakan proyek lain di kantor. Kalau yang Anda harapkan adalah tidur lebih lama, Anda harus berani menolak ajakan dugem hingga larut malam. Semakin solid dasar penolakan Anda dan kaitannya dengan apa yang ingin Anda dapatkan, menurut Ury akan lebih mudah untuk mengatakan tidak.

Luangkan waktu untuk berpikir
Bila memungkinkan, tak usah merespons sebuah permintaan langsung di tempat. Hal ini akan membuat Anda terpaksa mengatakan “ya”, atau bereaksi secara emosional terhadap permintaan yang diajukan teman Anda, apalagi jika Anda merasa tertekan.

Tawarkan alternatif bantuan
Mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya pasti sulit Anda lakukan, khususnya ketika Anda khawatir menyinggung perasaan seseorang. Bila yang Anda hadapi seperti ini, Ury menyarankan untuk mengatakan alasan penolakan Anda (misalnya, “Aku selalu menemani ibuku berbelanja hari Minggu pagi”). Setelah itu, baru katakan penolakan Anda (“Jadi aku nggak bisa membantu mencari properti untuk perayaan ulang tahun kantor”). Setelah Anda membuatnya kecewa, tegaskan kembali niat baik Anda dengan menawarkan bantuan lain (“Tapi aku janji akan bantu mendekor kantor besok”). Dengan demikian, Anda mengurangi kekecewaan teman Anda dengan mengirimkan pesan bahwa Anda menghargai kebutuhannya.

Susun Plan B
Meskipun lawan bicara Anda menjadi emosi atau bersikap reaktif karena Anda menolak permintaannya, jangan menyerah karena merasa di bawah tekanan. Coba tarik nafas panjang, lalu dengarkan keinginannya dengan penuh perhatian. Kemudian, dengan lembut tetapi tegas, ungkapkan kembali penolakan Anda. Sampaikan secara tegas dan singkat saja, tanpa berusaha membela diri.

Meskipun sudah sering berusaha, kadang-kadang mengatakan “tidak” masih sulit dilakukan. Orang yang terbiasa bersikap untuk menyenangkan orang lain, pasti ada rasa bersalah. Sadari bahwa kecenderungan Anda untuk selalu menawarkan bantuan itu seharusnya dihargai, bukan dikritik.

Sumber: Whole Living, kompas.com

Menjual dan Menyewakan Media Display

..