4 Tips Cara Melatih Diri Jadi Kreatif

Dalam dunia kerja, kreativitas diartikan sebagai kemampuan mencari solusi atau menciptakan ide-ide inovatif dalam menangani pekerjaan. Dalam proses itu, Anda juga bisa mencoba cara atau sudut pandang yang unik atau berbeda dalam memecahkan masalah. Dengan begitu akan didapatkan solusi yang lebih baik, bahkan sangat baik.

Sifat kreatif dapat muncul jika kita ulet mengasahnya. Sebagian orang sering sekali merasa tidak kreatif. Banyak karyawan, terutama yang berusia di atas 30 tahun, merasa terlambat untuk menjadi kreatif. Namun konsultan karier Andin Andiyasari, MSi, percaya bahwa semua orang bisa kreatif.

“Kreativitas tidak dibatasi usia. Ada orang yang mendapatkan ide dan mengimplementasikannya pada saat ia telah berusia 66 tahun. Salah satu contohnya adalah pendiri restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken, Colonel Harland Sanders,” jelas Managing Partner CHR Psychometrics Consulting dan Career Coach di Konsultankarir.com ini.

Karyawan kreatif biasanya memiliki sifat tekun, pekerja keras, mandiri (baik dalam berpikir dan bertindak), bisa membuat keputusan sendiri, dan tidak menunggu orang lain mengatakan apa yang harus dilakukannya.

Ia juga tidak terpaku pada prosedur atau sistem yang telah baku dan memiliki dorongan untuk berpikir atau berkarya secara orisinal. Ia hanya puas jika solusi yang didapatnya murni hasil pemikirannya dan memenuhi standar yang ditetapkannya. Ia pun puas jika bisa memberikan ide, pendapat, atau sesuatu yang baru.

Latih dari sekarang. Menurut Andin, tidak ada kata terlambat untuk menjadi kreatif. “Memberanikan diri untuk bertindak dan yakin dengan apa yang Anda ingin lakukan, dapat memunculkan sisi kreatif Anda,” jelas Andin. Di bawah ini adalah cara-cara sederhana untuk mengasah kreativitas. Anda bisa mencoba dan memulainya sekarang juga. Semakin sering Anda berlatih, semakin terasah kreativitas Anda.

Observasi. Amati hal-hal yang ada di sekitar Anda dan aplikasikan apa yang Anda pelajari dari situasi itu pada situasi yang Anda hadapi saat ini. Observasi ini bisa dilakukan dengan cara membaca koran, buku, atau majalah, menonton televisi, mendengarkan radio, dan lain-lain. Atau bisa pula belajar dari pengalaman orang di sekitar Anda. Buka mata dan telinga, dan jangan malas mencari informasi baru. Bila terbiasa mempelajari situasi lingkungan sekitar, Anda akan terlatih bila suatu saat menemui hal yang sama.

Modifikasi. Anda bisa memulainya dengan memodifikasi atau mengubah kebiasaan Anda sehari-hari. Misalnya: mengganti rute perjalanan ke kantor. Dengan mencoba jalan lain, mungkin Anda akan menemukan rute yang lebih efisien dan efektif. Atau mengubah kebiasaan memakai jam tangan (semula di lengan kanan berubah ke lengan kiri). Perubahan kecil ini dapat merangsang otak Anda untuk memikirkan cara yang lebih unik.

Eliminasi. Berani melakukan pengurangan fungsi bila ternyata hal tersebut justru menurunkan efektivitas dan efisiensi kerja.

Adaptasi. Menjadi kreatif tidak harus muncul dengan ide-ide orisinal secara murni. Orang yang kreatif seringkali mengadaptasi apa yang telah diterapkan di tempat lain. Contoh Howard Schultz, pendiri warung kopi Starbucks. Ia mengadaptasi kebiasaan orang Italia minum kopi untuk diterapkan di Amerika. Usaha kreatifnya itu ternyata sukses besar. Tidak ada salahnya bila Anda terinspirasi oleh ide orang lain dan mengembangkannya. Tapi hati-hati, jangan terjebak dalam tindakan menjiplak atau plagiat.

sumber: kompas.com

Menjual dan Menyewakan Media Display

..